Pages

Search engine

Tampilkan postingan dengan label luv. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label luv. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

YUI - Green a.Live Lyrics

ai muryoku no mama kamishimeta
"CINTA" kubertahan tak mampu berbuat apa-apa

shiroku mujou ni nageku yori hataraita
lebih baik aku bekerja daripada terus-menerus mengeluh

shinya no BAAGAA SHOPPU asa wo matsu shoujo ga hitori
di dalam TOKO BURGER menunggu pagi seorang gadis menunggu sendiri

atashi ga nakushita mono wa nani?
apakah aku t'lah kehilangan sesuatu?

aishitemo hikisakareru hodo ~Oh Your Love
aku mencintaimu walau kita jauh terpisah ~Oh Cinta Mu

anata no nukumori omoidasu ~Oh Tell Me
kehangatanmu masih kuingat ~Oh Beritahu Aku

Seigi tte nan darou? nikushimi wa doko e yuku no? ~Oh Baby
Keadilan itu apa? kemana perginya kebencian itu? ~Oh Sayang

nee KAMI-sama wa dare no mikata wo surun darou? ~come a.live
wahai TUHAN dipihak siapa Engkau memihak? ~hiduplah kembali

Dance~ odoru mitai ni warattara
Dansa~ jika tarian ini membuatku tertawa

hirari SUKAATO no suso jama ni natta
pinggiran ROK yg ringan begitu mengganggu

tokai wo samayotte kireina mono ni fureru tabi
tiap kali kukeliling kota 'tuk menikmati keindahannya

kawarenai jibun ni kidzuiteru
aku sadar selama ini tak bisa berubah

kanashimi wa izure yasashisa ni naru ~Oh get back
duka ini suatu saat akan menjadi kebaikan ~Oh kembalilah

yasashisa wa hito wo mamoru chikara ni ~But for me?
kebaikan berada dalam kekuatan 'tuk melindungi seseorang ~Tapi buatku?

seiippai da yo ima wo ikinuku tame ni ~Oh Baby
bertahan menjalani hidup dengan segenap kemampuanku ini ~Oh Sayang

nee KAMI-sama wa dare wo mamorou to shiteiru no?
wahai TUHAN pada siapakah Engkau bermaksud melindungi?

itsu datte mirai wo shinjiteiru kara
kapanpun aku selalu percayai masa depan karenanya

onaji jidai ni umaretekita anata to issho ni
aku selalu bersamamu yg terlahir dijaman yg sama ini

tashika na tegotae ga hoshikute ~no no no
aku ingin jawaban yg pasti ~tidak tidak tidak

LOVE~ YOUR LOVE kurushiku mo narun da
CINTA~ CINTAMU bisa menjadi penderitaan

nanoni seigi tte nan darou?
tetapi apakah itu keadilan?

nikushimi wa doko e yuku no? ~Oh Baby
kebencian itu kemanakah perginya? ~Oh Sayang

demo ikiteyukanakucha ~tomorrows way
tapi kita harus tetap jalani hidup ~jalan hari esok

aishitemo hikisakareru hodo ~no crime
aku mencintaimu walau kita terpisahkan ~tak ada kejahatan

tsumi mo naki genjitsu uketomeru ~no no no
dosa kan hilang dan kenyataan harus diterima ~tidak tidak tidak

jyuu nen saki tomosu akari no tame ni ~Oh Baby
demi nyalakan cahaya sepuluh tahun lalu ini ~Oh Sayang

ima asu e to mukau no
kini songsong hari esok

anata ni mo kite hoshii ~come a.live
aku ingin kamu datang ~hiduplah kembali

Senin, 18 April 2011

Edward Maya feat. Vika Jigulina - Stereo Love

What you're gonna stop breaking my heart
I don't wanna be another one
Paying for the things I never done
Don't let go,
Don't let go
To my love.

(I hate to see you cry
my love is dying inside(2x))




I can fix all those lies
Oh baby, baby I run, but I'm running to you
You won't see me cry, I'm hiding inside
My heart is in pain but I'm smiling for you


Can I get to your soul?
Can you get to my thought?
Can we promise we won't let go?
All the things that I need
All the things that you need
You can make it feel so real.


Cuz you can't deny
You've blown my mind
When I touch your body
I feel I'm loosing control
Cuz you can't deny
You've blown my mind
When I see you baby
I just don't wanna let go.


What you're gonna stop breaking my heart
 I don't wanna be another one


(I hate to see you cry
My love is dying inside
I hate to see you cry
Your smile is a beautiful lie)


I can fix all those lies
Oh baby, baby I run, but I'm running to you
You won't see me cry, I'm hiding inside
My heart is in pain but I'm smiling for you
Oh baby I've tried to make the things right,
I need you more than air when I'm not with you,
Please don't ask me why, just kiss me this time
My only dream is about you and I

Rabu, 02 Februari 2011

Katanya si'... cinta gak harus memiliki

Khusus buat laki-laki nih bacaannya (wanita juga gpp seh) Sudah menikah? atau belum menikah? Atau akan menikah?, moga tulisan berikut dapat menjadi pelajaran kepada kita bahwa

CINTA TAK HARUS MEMILIKI.

Bagaimana perasaan kita jika pada suatu hari ingin melamar seorang wanita, karena kita adalah orang pendatang, maka, diperlukan-lah tem......an yang menemani untuk melamar tersebut. Kita sudah membawa berbagai barang dan perhiasan untuk melamar gadis pujaan. Sesampainya di rumah calon mertua, dan maksud melamar sudah tersampaikan eh…sang wanita tertarik kepada teman kita bukan kita. Bagaimana sikap Anda? dan ini kisah nyata loh.

Baca kisah menariknya berikut ini,

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.

”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah.

Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman.

Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

Cinta tak harus memiliki.

Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.

Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan. Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis.

=====

Alhamdulillah, klo pengalaman saya, wanita yang saya ingin nikahi memilih saya…

*sambil membayang masa-masa indah saat khitbah (melamar) dengan mobil pinjaman dan di temani dua orang teman yang sudah menikah

Judul Asli : Ketika Salman Al Farisi Melamar Wanita
Sumber: Salim A Fillah. Jalan Cinta Para Pejuang. 2008. Yogyakarta: Pro-U Media
narasumber : dari Kasman Alfaridzi II di Facebook
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis