Pages

Search engine

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Desember 2023

Lirik lagu Denting - Melly Goeslaw or Petra Sihombing?

 

Denting yang berbunyi dari dinding kamarkuSedarkan diriku dari lamunan panjangTak terasa malam kini semakin larutKu masih terjaga
 
Sayang kau dimana aku ingin bersamaAku butuh semua untuk tepiskan rinduMungkinkah kau disana merasa yang samaSeperti dinginku di malam ini
 
Rintik gerimis mengundang kekasih di malam iniKita menari dalam rindu yang indahSepi ku rasa hatiku saat ini oh sayangkuJika kau disini aku tenang
 
Sayang kau dimana aku ingin bersamaAku butuh semua untuk tepiskan rinduMungkinkah kau disana merasa yang samaSeperti dinginku di malam ini
 
Rintik gerimis mengundang kekasih di malam iniKita menari dalam rindu yang indahSepi ku rasa hatiku saat ini oh sayangkuJika kau disini aku tenang
 
 
 
Lagu Denting versi Melly:
 
Lagu Denting versi Petra :


Versi Melly begitu menyayat hati, terasa sampai ke dalam sanubari
 
Versi Petra begitu ringan, santai, samar-samar terdengar vibes suara alm. Chrisye

Rabu, 12 Mei 2021

Lirik lagu Yura Yunita - Tenang

Dialog dini hari

Kepada diriku sendiri
Tak bisa ku tertidur lagi
Melayang pikirku tak pasti

Dialog dini hari
Resah gelisah mengiringi
Berharap ada yang mengerti
Berharap kau ada disini

Tenang tenang yang tak kunjung datang
Menanti nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu
Tenang tenang oh datanglah tenang hari ini

Dialog dini hari
Resah gelisah mengiringi
Berharap ada yang mengerti
Berharap kau ada disini

Tenang tenang yang tak kunjung datang
Menanti nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu
Kadang kadang kelam ini datang menghampiri

Tenang tenang yang tak kunjung datang
Menanti nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu
Tenang tenang oh datanglah tenang hari ini

Tenang tenang yang tak kunjung datang
Menanti nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu
Kadang kadang kelam ini datang menghampiri

Tenang tenang yang tak kunjung datang
Menanti nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu
Tenang tenang oh datanglah tenang hari ini

Jauhkan ku dari sedih itu
Aku merindu padamu
Jauhkanku dari gelap itu
Aku kembali kepada-Mu


Kamu bisa dengar lagunya dengan klik link ini -> terimakasih^^

Senin, 21 September 2020

Lirik Lagu Isyana Sarasvati - Pendekar Cahaya


Awal mula kita bersapa

Aku yakin kau jawabnya

Terasa dekat walau 

Kali pertama bertatap mata

Lika-liku telah kita lewati bersama

Hingga hari tiba

Sampai perjanjian sakral tiba

Kita ucap lantang pada dunia


Kaulah jawabnya yang ditanya-tanya

Datang dari mana

Pendekar cahaya

Kaulah jawabnya yang ditanya-tanya

Datang dari mana

Pendekar cahaya


Kaulah jawabnya yang ditanya-tanya

Datang dari mana

Pendekar cahaya

Kaulah jawabnya yang ditanya-tanya

Datang dari mana

Pendekar cahaya

Sampai perjanjian sakral tiba

Kita ucap lantang pada dunia


Sampai perjanjian sakral tiba

Kita ucap lantang pada dunia

Minggu, 21 Juni 2020

Komposisi Seblak Maknyus (Bahan-bahan gampang)

Bahan-bahan untuk membuat bumbu seblak:
- Kencur (secukupnya)
- Cabe (merah & oranye) -> kalau buat 5 orang, cabe beli 1/4 kg
- Bawang putih & merah sedikit
- Gula
- Garam
- Royco (secukupnya)
- Tomat
- Daun jeruk

Untuk topping atau isinya:
- Mie telor (secukupnya)
- Kwetiau
- Makaroni
- Bakso (secukupnya)
- Kerupuk
- Sosis (secukupnya)
- Telor




Selasa, 09 Juni 2020

Lirik Lagu Diskoria feat. Dian Sastrowardoyo - Serenat Jiwa Lara

Jeritan perih hati yang luka
Cinta sederhana kau buat merana
Bilang-bilang sayang lalu hilang tanpa bayang
Sesuka diri
Merona mata namun percuma
Kau anggap bercinta hanya tawa canda
Ajak 'ku bermanja dan pergi begitu saja
Ditelan bumi
Nyanyian hati, serenata jiwa yang lara sunyi
Aku pulang
Terbenam sudah mentari hati
Aku pulang
Gugur lagi asmara mewangi
Sorai gelora hati menepi
Tak ada bintang-bintang menari
Sendiri lagi, oh-oh-oh
Merona mata namun percuma
Kau anggap bercinta hanya canda
Ajak 'ku bermanja dan pergi begitu saja
Ditelan dunia
Nyanyian hati, serenata jiwa yang lara sunyi menyepi
Kemana rasa yang kucari, bila kau tinggal 'ku sendiri
Jeritan perih hati yang luka
Cinta sederhana kau buat merana
Bilang-bilang sayang lalu hilang tanpa bayang
Sesuka diri
Nyanyian hati, serenata jiwa yang lara sunyi
Maaf sayang, 'ku tak ingin melukai
Namun cinta ini bukan untukmu lagi
Oh, aku pulang, kasih
Agar kau temukan cintamu, belahan relung hati
Aku pulang
(Terbenam sudah mentari hati)
Aku pulang
(Gugur lagi asmara mewangi)
Sorai gelora hati menepi
Tak ada bintang-bintang menari
Sendiri lagi
Lagi
(Sendiri, sendiri, sendiri)
Sorai gelora hati menepi
Tak ada bintang-bintang menari
Sendiri lagi
Oh, sendiri lagi, oh-oh-oh


Yuk lihat video clipnya klik di sini -> terimakasih^^

Minggu, 09 Februari 2020

Lirik Lagu TULUS - Tukar Jiwa

Aku kehabisan cara tuk jelaskan padamu
Mengapa sulit tuk lupakanmu
Aku kehabisan cara tuk gambarkan padamu
Kau di mata dan di pandanganku huu uuu
Coba satu hari saja kau jadi diriku
(Kau akan mengerti...) Kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu,
Mengagumimu,
Menyayangimu
Dari sudut pandangku,
Dari sudut pandangku
Aku kehabisan cara tuk gambarkan padamu
Kau di mata dan di pandanganku
Seandainya satu hari bertukar jiwa
Kau akan mengerti dan berhenti,
Bertanya-tanya
Coba satu hari saja kau jadi diriku
(Kau akan mengerti...) Kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu
(Coba sehari saja...) Coba satu hari saja kau jadi diriku
(Kau akan mengerti...) Kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu,
Mengagumimu,
Menyayangimu,
Mengagumimu,
Menyayangimu
Dari sudut pandangku,
Dari sudut pandangku oooh
Dari sudut pandangku ooh
Dari sudut pandangku


Yuk dengarkan lagunya, klik di sini -> terimakasih^^


Sabtu, 22 Desember 2018

Lirik lagu Muezza - Pesan Sahabat - Ost. Cinta Fisabilillah

Tak ada waktu yang terindah
Saat bersujud kepadaNya
Tunduk bersimpuh dihadapNya
Hanya padaNya 

Tak ada kata yang terindah
Selain mengucap "Bismillah"
Mengingat namaNya
Saat kau akan jauh melangkah

Dia berikan waktu
Dia tunjukkan jalan untukmu
Dia terangkan gelap imanmu
Saat kau ingin cintaNya

Dengar sahabat
Jangan kau rapuh saat kau gundah
Bangun dan teruskanlah semua
Yakinkan dirimu bahwa kau bisa

Ingat sahabat
Cobaan tanda kasih sayangNya
Bangun dan teruskanlah semua
Yakinkan dirimu bahwa kau bisa

Minggu, 14 Mei 2017

Lirik Lagu Deva Mahenra - Berkelana - Ost. Aksi Setan Jalanan

Ku berhenti sejenak tuk
Menatap bintang-bintang yang
Tiada bisa menuntun ku pulang
Hanya mendung dan kelabu
Yang terus melindungiku
Dari terangnya buai harapan

Tiada yang kan mengira
Makin indah sebuah kenangan
Semakin pula menyakitkan kala semua usai

Sejauh apapun ku melaju
Bayang wajahmu selalu menyusulku
Sekuat apapun ku mencoba
Biarlah hati yang biru ini berkelana

Tiada yang kan mengira
Makin indah sebuah kenangan
Semakin pula menyakitkan kala semua usai

Sejauh apapun ku melaju
Bayang wajahmu selalu menyusulku
Sekuat apapun ku mencoba
Biarlah hati yang biru ini

Sejauh apapun ku melaju
Bayang wajahmu selalu menyusulku
Sekuat apapun ku mencoba
Biarlah hati yang biru ini

Berkelana



Kamu bisa mendengar lagunya di sini -> terimakasih^^

Selasa, 24 Januari 2017

Lirik Lagu Melly Goeslaw ft. Marthino Lio - Ratusan Purnama

Ratusan purnama berlalu
tapi cinta tak pernah berlalu
Walau kau usir aku di hidupmu
tapi cintaku tetap diam

Ratusan purnama berlalu
sendirian aku tanpa cinta
Tak pernah ada cinta yang lain
hatiku terbuka hanya untukmu

Duhai cinta enggan menawar rasa
gelombang marahmu terlalu berlebih

Berderik-derik bunyi jantungku
bila ku kenang wajahmu
Biar jauh jarak pandang kita
namun hati dan jiwaku
selalu merasa di sisimu

Duhai cinta sulit ku meraba
diam dan dinginmu mengapa
Ribuan hari ku mengingatmu
membaca semua puisimu

Mengering raga ini menantimu
Ratusan purnama cinta kita kembali

Duhai cinta enggn menawar rasa
gelombang marahmu terlalu berlebih

Berderik-derik bunyi jantungku
bila ku kenang wajahmu
Biar jauh jarak pandang kita
namun hati dan jiwaku
selalu merasa di sisimu

Duhai cinta sulit ku meraba
diam dan dingmu mengapa
Ribuan hari ku mengingatmu
membaca semua puisimu

Mengering raga ini menantimu
Ratusan purnama cinta kita kembali lagi

Ratusan purnama cinta kita kembali

Rabu, 31 Agustus 2016

Lirik Lagu Vierratale ft. Ilyas 'Kevin and The Red Rose' - Perjuangan

Terlalu lama diri ini
Terikat dalam bayanganmu
Terlalu lama jiwa ini resah

Tak kan pernah aku berlari

Semua akan ku hadapi
Badai pun tak kan menghalangi

Aku pergi tak kembali

Lelah hati ini

Dan diriku bukan diriku

Disaat kamu ada disini
Dan dirimu bukan waktunya
Bukan saatnya untuk kembali

Cinta ini hanyalah palsu

Hanyalah semu tak ku percaya
Dan akhirnya tlah kurasakan arti
Perjuangan

Lelah ingin ku menyendiri

Sendiri tanpa arah pasti
Tak pasti juga kulewati ini

Tak kan pernah aku berlari

Semua akan ku hadapi
Badai pun tak kan menghalangi

Aku pergi tak kembali

Lelah hati ini

Dan diriku bukan diriku

Disaat kamu ada disini
Dan dirimu bukan waktunya
Bukan saatnya untuk kembali

Cinta ini hanyalah palsu

Hanyalah semu tak ku percaya
Dan akhirnya tlah kurasakan arti
Perjuangan

Aku tak butuh seribu tahu

Untuk mengenal dirimu
Untuk menjadi yang terbaik

Aku pergi tak kembali

Lelah hati ini

Dan diriku bukan diriku

Disaat kamu ada disini
Dan dirimu bukan waktunya
Bukan saatnya untuk kembali

Cinta ini hanyalah palsu

Hanyalah semu tak ku percaya
Dan akhirnya tlah kurasakan arti
Perjuangan



Untuk menonton video klip lagunya silahkan klik link ini -> terimakasih^^


Minggu, 31 Januari 2016

Lirik Lagu Maudy Ayunda - Jakarta Ramai

Pagi memanggil kota yang lelap ini
Dia bertanya bagaimana hari mu

Apa kabar mimpi-mimpi mu

Apa kau tinggal begitu saja
Apa kabar angan-angan mu
Hari ini

Jakarta ramaiHati ku sepi
Jangan kau tanya
Mengapa sedih 

Ku tak tahu, ku tak tahu

Apa arti resah ini
Entah apa yang ku mau
Penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai

Senja menyambut kota yang lelah ini

Dan dia bertanya bagaimana hari mu

Apa kata hati kecilmu

Mengapa tak kau ikuti saja
Apa isi dari benak mu
Hari ini

Jakarta ramaiHati ku sepi

Jangan kau tanya
Mengapa sedih

Aku tak tahu, aku tak tahu

Apa arti resah ini
Entah apa yang ku mau
Penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai (hati ku sepi) 

Langitnya abu, hati ku biru

Banyak hal baru tapi ku lesu

Jelaskanlah, jelaskanlah


Apa arti resah ini

Entah apa yang ku mau
Penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai




sumber : terimakasih^^

Bagi yang mau lihat video klipnya 
check it out -> terimakasih^^

Senin, 26 Mei 2014

D'cinnamons - Semua Yang Ada Chord Guitar

  G      Am          Em                D
Jauh hari ku merasa kau nanti pasti jadi milikku
            G    Am
Telah terjadi semuanya
      Em                D
Ku yakin kau nanti disisiku
         C                  G
Tak peduli apa kata yang lain
       C                D
Hati ini hanya ingin dirimu

Reff :
                 G                Am  
Dan kini maafkan aku terlanjur ingini
               Em              D 
Terlanjur sayangi semua yang ada
                  G                Am
Sudaikah kau terimaku terlajur sayangi
             Em               D            G
Terlanjur ingini semua yang ada didalam dirimu

        G      Am
Ku terima putusanmu
      Em                  D
Tak akan, ku tak akan menyesal
      G       Am
Ku akui ku paksakan
      Em              D
Ku bukan manusia sempurna
         C                  G
Tak peduli apa kata yang lain
       C                D
Hati ini hanya ingin dirimu

Balik ke Reff

Bm                       C 
Oh,., andaikan ku bisa berpaling dari dirimu
Bm                    C              D
Ho,., lemas hati ini jika aku harus memilih lagi

Interlude : G Am Em D 2x

Bm                       C 
Oh,., andaikan ku bisa berpaling dari dirimu
Bm                    C              D
Ho,., lemas hati ini jika aku harus memilih lagi

Reff II : 

                 A                Bm  
Dan kini maafkan aku terlanjur ingini
               F#m             E 
Terlanjur sayangi semua yang ada
                  A                Bm
Sudaikah kau terimaku terlajur ingini
              F#m              E 
Terlanjur sayangi semua yang ada 
                 A                 Bm  
Dan kini maafkan aku terlanjur sayangi
             F#m              E 
Terlanjur ingini semua yang ada
                  A                Bm
Sudaikah kau terimaku terlajur sayangi
              F#m             E              A
Terlanjur ingini semua yang ada didalam dirimu
 
Sumber : terimakasih^^ 

Jumat, 04 Mei 2012

“Revolusi Senyap” Gerombolan Kutu

Buku bersampul seekor kutu dengan punggung bertutul merah itu memamerkan diri dengan sebaris judul: Mencegah & Membasmi Rayap secara Ramah Lingkungan & Kimia. Buku itu ditulis Kurnia Wiji P dan Sulaeman Yusuf.
Dari cara kedua penulis itu memilih kata “mencegah” dan “membasmi”, nyaris dipastikan bahwa kutu adalah musuh bersama siapa pun—juga para kutubuku. Gerombolan itu harus dilawan hingga ke akar-akarnya.
Rayap atau kutu ini memang sejenis hewan pengerat yang lembut, tapi hidup berkoloni/bergerombol. Dalam sesama komunitas hewan kecil, ia adalah koloni paling lemah. Saya pernah menyaksikan sendiri hukum ekosistem itu saat satu kardus bahan kronik saya menjadi bancakan gerombolan kutu. Ketika berhadapan dengan semut muka-muka, misalnya, ia akan mati langkah dan menjadi bulan-bulanan pemangsaan. Maka muncul istilah “mati kutu” untuk mendefiniskan orang yang tak berdaya seketika saat berhadapan dengan sesuatu yang mustahil dikalahkannya.
Meski kecil dan kelihatan lemah, rayap atau kutu ini memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menghancurkan apa pun. Bangunan bertingkat pun akan lumer oleh mereka. Lantaran “revolusi senyap”, terukur, dan menghancurkan ini, gerakan antikutu dicanangkan di mana-mana. Buku-buku tentang antirayap diproduksi. Obat-obat pembasmi, mulai yang paling beracun hingga ramah lingkungan diiklankan di halaman-halaman suratkabar hingga website.
Cara kerja “revolusi senyap” para kutu ini seperti kerja klandestin. Mereka mula-mula menentukan target perpustakaan mana yang hendak mereka musnahkan. Biasanya, perpustakaan dengan pengamanan yang sangat lemah: buku-buku yang jarang ditengok dan diletakkan sembarangan saja di tempat yang lembab.
Setelah titik target dirancang oleh pasukan kutu pendahulu, pengepungan massif kemudian dilakukan. Hari demi hari informasi disebarkan. Kian hari koloni yang terbentuk kian besar. Pasukan kutu inilah yang mamamah dengan rakus seluruh buku tanpa sisa.
Cara kerja pemamahan total inilah yang melahirkan sebutan untuk pembaca yang rakus: “kutubuku”. Tapi kutu bukan pembaca yang baik. Ia adalah pemusnah tiada tanding. Jika api melakukan pemusnahan dengan gagah dengan mempertontonkan kesombongan di hadapan massa, maka kutu bekerja dalam kesunyatan absolut di tempat-tempat lembab, kamar kotor, dan di gorong-gorong yang lucek.
Jika api memaklumkan diri dengan “revolusi terbuka”, maka kutu menisbatkan diri dalam lingkar “revolusi senyap” dengan rantai intelijen yang rapi. Tapi akibat yang ditimbulkan dua revolusi dari dua musuh abadi buku ini tetap saja sama: kemusnahan.
Untuk mengantisipasi, melawan, dan menghancurkan gerakan makar gerombolan kutu itu, mari kita konsultasikan kepada pakar interior nasional: Imelda Akmal. Ia pernah menulis buku Seri Rumah Ide – Home Library yang diterbitkan Gramedia. Tipis. Cuma 64 halaman. Setelah menjelaskan panjang lebar bagaimana agar buku-buku yang dikumpulkan dengan susah payah menyatu dengan semesta rumah dalam keteraturan, tibalah saatnya Imelda pada pembahasan soal kutu.
Kutu harus dilawan dengan interior yang mempertimbangkan lokasi perpustakaan. Jangan di tempat terbuka di mana matahari bersinar langsung. Tapi hindari juga ruang yang lembab. Yang diperlukan adalah ruangan yang kering dengan sirkulasi udara yang baik. Kalau perlu pasang AC untuk menjaga suhu udara stabil.
Jika pilihan ruangan sudah ditentukan, sampailah pada perawatan buku. Setiap sesuatu yang tak dirawat pastilah akan rongsok. Kutu itu makhluk lemah. Dan hanya orang-orang yang abai dan meremehkan kekuatan kaum lemah saja yang akan tumbang dan berada dalam penyesalan abadi melihat istana buku raksasanya hancur berkeping-keping.
Perawatan itu mestilah rutin. Dengan perawatan yang konstan, mungkin bukan hanya kutu yang tak akan mendekat. Tapi debu, yang menjadi salah satu musuh buku, juga bisa dijauhkan. Sebab ada pepatah kutukan kutubuku: Dari debu datanglah kutu. Para intelijen kutu tahu betul buku berdebu adalah sinyal dari buku yang diabaikan oleh tuannya. Maka jangan beri masuk debu untuk menghalau barisan revolusioner senyap itu masuk ke istana kutubuku.
Untuk menghalau debu, saran Imelda, cukup pakai kemoceng, lap kering dan vacuum cleaner. Untuk membuat benteng pertahanan dari serangan balik kutu, rak buku mesti dikondisikan kering dan rutin menyemprotnya dengan cairan antikutu yang dijual di toko-toko bangunan. Jangan pernah lupa tabur selalu kemasan antiserangga.
Sederhana sekali, bukan?
Pada dasarnya hukum besi sosial itu tetap berlaku. Sekali kalian bersikap tak adil dan mengabaikan buku, gerombolan kutu akan bergerak memusnahkan istana buku Anda. Maka pilihannya sekarang hanya dua: melawan atau musnah.

source  : terimakasih^^

Sabtu, 28 April 2012

Drama Bahasa Indonesia


Joko Seger dan Roro Anteng

Alkisah, terdapat seseorang raja Majapahit yang meninggalkan negerinya bersama permaisurinya dan beberapa pengikutnya karena kalah melawan putranya sendiri. Mereka pergi ke lereng Gunung Bromo dan membangun sebuah rumah sederhana sebagai tempat tinggal mereka. Pada suatu hari, permaisuri melahirkan anak keduanya. Mantan Raja Majapahit yang gelisah menunggu istrinya melahirkan anaknya di luar rumah.Pada tengah malam,akhirnya anaknya berhasil dilahirkan. Anak yang dilahirkan itu perempuan. Sang Raja lalu melihat anaknya

Raja : “Dinda, anak kita perempuan”.

Tetapi, terdapat keanehan pada bayi itu karena bayi itu tidak menangis seperti bayi pada umumnya

Permaisuri : “Benarkah Adinda melahirkan, mengapa tidak ada suara tangisan bayi?” pikir sang permaisuri.

Raja : “Betul Adinda, anak kita telah lahir. Lihat, ia terlihat tenang, tidak menangis. Dia terlahir dengan normal dan sehat. Mukanya terlihat tampak bersinar. Karena ia terlihat tenang dan diam, maka aku akan menamakannya Roro Anteng” ucap Sang mantan Raja sembari menunjukkkan bayinya kepada istrinya.

Tidak jauh dari tempat itu, terdapat sebuah rumah sederhana yang ditinggali oleh sepasang suami istri. Sang Suami merupakan seorang Brahmana. Pada saat yang bersamaan, sang istri Brahmana melahirkan seorang bayi laki-laki. Bayi itu menangis dengan suara yang amat keras. Karena bayi itu menangis dengan suara yang amat keras, maka bayi itu dinamakan Joko Seger yang artinya laki-laki berbadan segar

Suami (Brahmana) : “Istriku,anak kita menangis dengan suara yang amat keras. Karena itu aku akan menamakan bayi ini Joko Seger”.

Tahun telah berlalu. Kedua anak itu tumbuh menjadi dewasa. Roro Anteng tumbuh menjadi gadis yang cantik, sedangkan Joko Seger tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan perkasa. Karena kecantikkan Roro Anteng, banyak pemuda yang datang untuk meminangnya. Tapi, tak satupun lamaran yang diterima olehnya karena dia telah menjalin kasih dengan Joko Seger dan ia berjanji tidak akan mau menyukai orang lain karena kesetiaan cintanya kepada Joko Seger.
Berita tentang kecantikan Roro Anteng sampai kepada seorang raksasa yang tinggal di hutan lereng Gunung Bromo yang bernama Kyai Bima. Mendengar kabar itu,ia langsung datang ke rumah tempat tinggal Roro Anteng untuk meminangnya

Kyai Bima : “Hai Roro Anteng, apakah kamu mau menerima pinanganku?”

Roro Anteng dan keluarganya kebingungan. Bila tidak diterimanya, nanti dusun mereka akan dihancurkan olehnya beserta isinya. Joko Seger tidak bisa tak bisa berbuat apa-apa karena ia tidak isa menandingi kesaktian Kyai Bima. Roro Anteng pun berpikir keras

Roro Anteng : “Kalau aku tidak menerimanya, nanti Bima akan marah”. (berkata dalam hati)

Kyai Bima : ”Roro Anteng, jawablah pertanyaanku Roro!” ucap Kyai Bima.

Akhirnya, Roro Anteng mendapat ide. Ia menolak pinangan Kyai Bima dengan cara yang halus, yaitu mengajukan satu persyaratan kepada Kyai Bima. Syarat yang diajukannya itu ia pikir tidak akan bisa dilakukan oleh Kyai Bima.

Roro A : “Hai Bima, aku menerima pinanganmu dan menjadi istrimu!”

Kyai Bima : ”Ha Ha Ha….Baiklah” ucap Kyai Bima dengan suaranya yang menggelegar.

Roro A : ”Hai Bima, aku menerimanya, Tetapi aku mengajukan syarat kepadamu!”.

Kyai Bima : ”Apa syaratnya?” tanya Kyai Bima dengan suara yang keras.

Roro Anteng yang mendengar suaranya menjadi gugup, tetapi ia berusaha agar tampak tenang. Roro Anteng kemudian berkata

Roro Anteng : “Aku mau engkau untuk membuatkanku danau diatas Gunung Bromo itu, tetapi hanya dalam waktu semalam!” perintah Roro Anteng sambil menunjukkan tempat yang dimaksud.

Kyai Bima : “Ha Ha Ha…kalau itu maumu, aku akan melakukannya, itu sangat mudah bagiku!” jawab Kyai Bima dengan nada angkuh.

Roro A : ”Tetapi, Bima, kau harus bisa menyelesaikannya sampai waktu ayam berkokok!” ucap Roro Anteng.

Kyai Bima lalu pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh Roro Anteng tadi untuk membuat danau di tempat itu. Dengan menggunakan batok (tempurung) kelapa yang besar, Kyai Bima dengan percaya diri dan mengumpulkan segenap kekuatannya mengeruk tanah. Hasil kerukan itu akan diisi air agar menjadi danau. Hanya beberapa kali kerukan, Kyai Bima berhasil membuat lubang besar. Kyai Bima mengeruk tanah tanpa mengenal lelah. Roro Anteng pun menjadi cemas melihat Kyai Bima sudah membuat lubang yang besar

Roro A : “Aduh,bagaimana ini, raksasa itu benar-benar sakti? Pasti nanti pagi danau itu sudah selesai. Bagaimana caranya agar aku dapat mengalahkannya?”.

Setelah lama berpikir,  akhirnya ia menemukan ide.Ia membangunkan para penduduk desa,termasuk tetangga dan keluarganya. Lalu Roro Anteng menyuruh kaum perempuan untuk menumbuk padi di lesung, sedangkan kaum Laki-Laki ia suruh untuk membakar jerami disebelah timur agar kelihatan fajar telah terbit

Roro A : “Wahai saudara-saudaraku, aku meminta kalian agar menciptakan suasana pagi. Hai kaum perempuan, aku perintahkan kau untuk menumbuk padi. Dan kau kaum laki-laki, aku perintahkan engkau untuk mengumpulkan jerami dan dibakar disebelah Timur agar terlihat seperti matahari terbit”.

Para Tetangga : ”Baiklah Roro Anteng, kami akan melakukannya”.

Lalu, kaum laki-laki dan perempuan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Roro Anteng.
Cahaya kemerah-merahan segera muncul dari arah Timur, disusul dengan suara lesung yang bersahutan. Ayam pun terbangun dan berkokok. Kyai Bima yang menyangka pagi sudah datang pun kesal karena pekerjaannya tidak selesai dan tidak bisa menikahi Roro Anteng

Kyai Bima : “Sial! pagi sudah tiba. Sementara pekerjaanku tidak selesai. Aku tidak bisa menikahi Roro Anteng” seru Kyai Bima dengan kesal.

Kyai Bima lalu meninggalkan tempat itu. Tempurung yang dipegangnya dilemparkan dan bertelungkup di tanah. Tempurung itu kemudian berubah menjadi sebuah gunung yang dinamakan Gunung Batok. Jalan yang dilalui Kyai Bima berubah menjadi sebuah sungai yang sampai sekarang dapat dilihat di hutan pasir Gunung Batok. Sedangkan danau yang belum selesai dibuat oleh Kyai Bima berubah menjadi kawah yang sampai sekarang masih bisa dilihat di kawasan Gunung Bromo.
Roro Anteng dan Joko Seger menjadi senang. Tak berapa lama kemudian,mereka berdua menikah dan tetap tinggal di lereng Gunung Bromo. Mereka kemudian membuka desa baru. Desa itu kemudian mereka namakan dengan nama Tengger. Nama ini merupakan gabungan dari nama mereka berdua, Roro An(teng) dan Joko Se(ger). Mereka pun hidup bahagia.

Setelah bertahun-tahun menikah, mereka belum juga dikaruniai anak.Karena itu, terjadi keresahan di hati mereka berdua

Joko Seger : “Dinda, sebenarnya sudah bertahun-tahun kita menjadi suami istri, tetapi mengapa kita belum dikaruniai anak? Padahal kita sudah mencoba berbagai jenis obat” ucap Joko Seger.

Roro A : ”Sabarlah Kanda, mungkin nanti kita akan dikaruniai anak. Janganlah cepat berputus asa. Serahkan saja semuanya kepada dewa” ucap istrinya untuk menenangkan hati suaminya.

Joko Seger pun bersumpah
Joko S : “Aku bersumpah, bila kita dikaruniai 25 orang anak, salah satu dari anak kita akan ku persembahkan sebagai sesajen di kawah Gunung Bromo!”

Setelah suaminya berucap seperti itu, tiba-tiba muncul api dari dalam tanah di kawah Gunung Bromo. Itu pertanda bahwa doa mereka didengar oleh Dewa. Mereka pun senang dan berterima kasih

Roro A & Joko S : “Terima Kasih Dewa, terima kasih karena engkau telah mendengarkan permintaan kami. Kami akan menepati janji kami”.

Tak berapa lama kemudian setelah itu, Roro Anteng diketahui mengandung. Mereka bertambah senang dan bahagia karena saat yang ditunggu-tunggu tiba.Sembilan bulan kemudian,Roro Anteng melahirkan seorang bayi kembar laki-laki.Ada yang kembar dua,tiga,hingga anak mereka menjadi 25.Kebahagiaan mereka bertambah.Setelah itu,Roro Anteng tidak melahirkan lagi.Mereka mengasuh dan mendidik ke 25 anak mereka dengan ikhlas.Anak-anak mereka pun tumbuh menjadi dewasa.Nama anak yang paling bungsu adalah Jaya Kusuma.Karena terlena dalam kebahagiaan,Joko Seger menjadi lupa akan janjinya untuk mempersembahkan salahsatu anaknya untuk menjadi sesajen di kawah Gunung Bromo.

Pada suatu malam, ketika Joko Seger tidur, Dewa menegurnya agar menepati janjinya untuk mempersembahkan salah satu anaknya untuk menjadi sesajen di Gunung Bromo melalui mimpi
Dewa : “Wahai Joko Seger tepatilah janjimu untuk mempersembahkan salahsatu anakmu untuk menjadi sesajen di Gunung Bromo!”.

Joko Seger pun tersentak kaget dan terbangun.
Joko S : ”Aduh,bagaimana ini? Siapa diantara putra putriku yang harus aku persembahkan? Aku sangat menyayangi mereka semua”

Joko Seger yang masih dalam keadaan gelisah pun melanjutkan tidurnya
Pada Keesokan harinya, Saat pagi hari,Joko Seger bangun dari tidurnya.Joko Seger pun mulai gelisah karena ia belum menepati janjinya.Makin hari ia semakin gelisah karena belum menepati janjinya.Akhirnya ia ingin menceritakan semuanya kepada anak-anaknya

Joko Seger : “Apa aku harus membicarakan ini kepada anak-anakku?mudah-mudahan saja ada salahsatu dari mereka yang mau menjadi persembahan”.

Joko Seger dan isrinya kemudian mengumpulkan anak-anaknya dalam sebuah pertemuan keluarga.Ia menjelaskan janjinya yang pernah ia ucapkan

Joko S : “Anak-anakku,Ayah sebenarnya mempunyai sebuah janji yang melibatkan kalian”.

Anak-anak : ”Janji apakah itu ayahku?” tanya anak-anaknya.

Joko S : ”Sebelum kalian lahir, Ayah dan Ibumu ini sudah lama tidak dikaruniai anak. Padahal Ayah dan Ibumu ini sudah banyak berdoa dan berusaha. Karena Ayah dan Ibumu ini tidak juga dikaruniai anak,maka Ayah mengucapkan sebuah janji yaitu bila Anak ayah ada 25, salah satu dari mereka harus ada yang dipersembahkan menjadi sesajen di kawah Gunung Bromo” jawab Joko Seger sambil menjelaskan.

Anak-anak : ”Lalu, apakah yang melibatkan kami Ayahku?” tanya anak-anaknya.”

Joko S : Apakah salahsatu dari kalian ada yang mau menjadi persembahan di kawah Gunung Bromo?” tanya Sang Ayah.

Anak : ”Ayahandaku, apakah ayahanda tega mengorbankan anak ayahanda sendiri, mengapa ayah berjanji seperti itu? Apakah ayahanda tidak sayang dengan kami?” tanya salahsatu anaknya.

Joko S : “Bukan begitu anakku,aku hanya ingin dikaruniai anak, sehingga ayahmu ini berjanji demi dikaruniai anak. Ayah itu sangat sayang dengan kalian semua, jadi ayah tidak tega untuk mempersembahkan salahsatu dari kamu semua menjadi sesajen di kawah Gunung Bromo” ucap ayahnya kepada anak-anaknya.

Si sulung : ”Ampun Ayahanda,Ananda Pokoknya aku tidak mau menjadi persembahan di Gunung Bromo. Kami tidak ingin mati muda Ayahanda” ucap si Sulung.

Anak-anak : ”Iya,kami tidak mau mati dibakar oleh panasnya kawah Gunung Bromo!” ucap putra-putrinya, kecuali si Jaya Kusuma.

Joko S : “Dengarlah wahai putra-putriku, Jika Ayahanda tidak menunaikan nazar ini, maka desa ini dan seluruh isinya akan binasa,”

Dengan sigap, Jaya Kusuma langsung menanggapi penjelasan Ayahandanya.

Jaya Kusuma : ”Ayahanda, Ibunda, aku mau dipersembahkan menjadi sesajen di kawah Gunung Bromo ayahanda, demi ketenangan ayahanda. Ananda sangat menginginkan bahwa Ayahanda itu bahagia. Biarlah Ananda yang dipersembahkan ke kawah Gunung Bromo” ucap si bungsu, Jaya Kusuma.
Mendengar perkataan Kusuma, semuanya menjadi sedih.

Joko S : ”Jaya Kusuma anakku,mengapa kamu berani untuk kami persembahkan menjadi sesajen di kawah Gunung Bromo? Sedangkan kakak-kakakmu tak berani melakukannya” ucap Joko Seger.

Jaya Kusuma : ”Ananda akan melakukan apa saja, termasuk dikorbankan, demi keselamatan penduduk Tengger dan Ayahanda, Ibunda, serta kakak-kakakku. Sekarang, ijinkanlah aku pergi ke kawah Gunung Bromo” ucap Jaya Kusuma. 

Jaya Kesuma lalu berpamitan kepada kedua orangtuanya
Jaya Kusuma : “Ayahanda, Ibunda, Ananda akan pergi ke kawah Gunung Bromo. Ananda hanya meminta restu dan doa kalian. Kirimlah hasil ladang ke Ananda dengan menceburkannya ke kawah Gunung Bromo pada setiap terang bulan, tanggal 14 bulan Kasadha. Ananda akan pergi ke kawah sekarang.”

Joko S : ”Tunggu Kusuma, kami akan ikut ke kawah dan mengajak semua penduduk mengantarmu ke kawah” ucap Joko Seger.

Joko Seger lalu memanggil seluruh penduduk Tengger. Setelah itu, Joko Seger, keluarga, dan para penduduk Tengger beserta Jaya Kusuma pergi ke kawah Gunung Bromo. Setelah sampai, Jaya Kesuma menyampaikan pesan kepada rakyat Tengger

Jaya Kusuma : “Aku akan menceburkan diri kedalam kawah demi ketentraman Rakyat Tengger disini. Kirimkanlah aku hasil ladang pada saat terang bulan, yaitu pada tanggal ke 14 bulan Kasadha.” ucap Jaya Kusuma.

Setelah berucap seperti itu, ia menceburkan diri kedalam kawah Gunung Bromo. Tak ada rasa takut yang muncul dari wajahnya.

Joko S : ”Jaya Kusuma…. Anakku” seru ayahnya dari atas kawah.

Untuk mengenang peristiwa itu,para rakyat Tengger melakukan perintah yang pernah diucapkan Jaya Kusuma saat akan menceburkan diri kedalam kawah,yaitu mengirimkan hasil ladang pada tanggal ke 14 bulan Kasadha dengan menceburkannya kedalam kawah tempat Kusuma menceburkan diri. Hal ini terus dilakukan sampai sekarang dan menjadi sebuah tradisi yang dilakukan masyarakat Tengger. Tradisi ini kemudian dinamakan Tradisi Kasadha.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AddThis